Senin, 09 Maret 2020

Sungai Deli yang “Katanya” Si Pemenuh Kebutuhan Penduduk Kota Medan
Oleh Johanes Simatupang.

               Sore itu [26/02], ketika sedang nongkrong di warung kopi dan kebetulan aku merasa ingin ke toilet untuk buang air kecil, tetapi ketika aku sampai di kamar mandi akupun sedikit heran walaupun tidak terlalu heran juga karena ternyata air yang ada di toilet warkop yang sedang kudatangi air nya sedikit keruh dan berbau. Setelah aku selesai dari toilet akupun langsung bercerita kepada temanku “air di toiletnya kok bisa seperti tercemar ya?”
            Setelah  itu aku dan teman ku pun langsung mencari informasi tentang mengapa air yang ada di toilet warkop ini bisa keruh, dan usut punya usut ternyata air yang ada di warkop yang sedang ku kunjungi ini berasal dari aliran Sungai Deli. Dan saya pun mencari informasi tentang Sungai Deli.
Sungai Deli merupakan satu dari delapan sungai yang ada di Kota Medan. Sungai tersebut memiliki luas areal DAS mencapai 48.162 ha. Sungai Deli merupakan penyumbang sumber air terbesar bagi penduduk kota Medan.Hulu sungai Deli terletak di dataran tinggi yang berada diantara Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Karo. Luas hutan di hulu Sungai Deli hanya tinggal 3.655 hektar, atau tinggal 7,59 persen dari 48.162 hektar areal DAS Deli.
Dan ternyata Perkembangan industri dan pemukiman di sepanjang aliran sungai deli telah mempengaruhi kualitas air sungai. Penurunan kualitas air ditandai dengan perubahan warna air dan bau padahal, sebahagian masyarakat di pinggiran sungai masih memanfaatkan air Sungai Deli untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk kegiatan memancing. Padahal Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. 
Ada beberapa Penilaian kualitas badan air untuk suatu peruntukan didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Penentuan Indeks Pencemaran (IP). Dan pencemaran sungai terjadi apabila kualitas air sungai turun sampai tingkat tertentu sehingga tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya. “Nah ternyata ini toh penyebab dari air yang keruh dan agak berbau tadi” dalam benakku”.

       Dan seketika rasa penasaranku semakin bertambah dan akupun kembali mencari informasi tentang kenapa air di Sungai Deli bisa sampai tercemar. Dan akupun mendapat beberapa informasi. Dari hasil beberapa penelitian yang telah dilakukan meunjukkan bahwa air Sungai Deli telah tercemar ringan untuk peruntukkan air kelas II Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001. Yang ternyata Hal ini dapat disebabkan karena adanya aktifitas warga yang menggunakan air Sungai Deli dengan memberikan masukan beban pencemar yang cukup tinggi. Serta adanya juga aktifitas industri yang memberikan masuknya beban pencemar ke Sungai Deli. Pencemaran Sungai Deli di wilayah Kabupaten Deli Serdang diduga berasal dari limbah domestik permukiman penduduk berupa tinja dan limbah deterjen, limbah pertanian yang menggunakan pupuk dan pestisida, serta limbah industri. Dan akupun sontak berkata dalam hati “oalah… ternyata begitu banyak alasan mengapa air di Sungai Deli bisa tercemar”.



Dan akupun semakin merasa miris setelah mengetahui padahal pada masa kerajaan Deli, sungai ini menjadi urat nadi perdagangan ke daerah lain. Sebab sungai deli dijadikan jalur transportasi dalam aktivitas perdagangan pada masa itu. Pada masa kejayaannya Sungai Deli memberikan sumbangsi yang cukup besar dalam menumbuhkembangkan Kota Medan.
Tapi menurutku kembali lagi sangat disayangkan akibat rendahnya penghargaan yang diberikan oleh masyarakat kota terhadap sungai akan mengakibatkan sungai mengalami degradasi kualitas juga. Padahal ada kita sudah diajarkan sejak dulu oleh orang tua zaman dahulu tentang Sungai merupakan sumber kehidupan dan penghidupan. Sungai merupakan sumber air bagi banyak mahluk hidup, sungai juga dapat menjadi sumber bencana bagi mahluk hidup. Tetapi ya beginilah realitanya bisa dilihat dari foto-foto di atas.
Tetapi ada hal menarik dibalik foto yang keempat, yaitu bapak Gubernur Sumatera Utara kita Edy Rahmayadi punya rencana besar terhadap Sungai Deli, Medan. Dia ingin sungai itu bisa bersih seperti sungai-sungai di Rusia. Dan aku pun berpikir “wah keren nih, semoga yang diinginkan oleh bapak gubernur kita dapat terwujud” kan keren kali kalau memang bisa diwujudkan sedemikian rupa.
Foto tersebut diabadikan pada saat setelah memberikan sambutan, Edy bersama Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution serta para pejabat Pemprov Sumut mengarungi sungai itu. Ikut mengayuh dayung dalam tiga jam pengarungan. Melewati banyak sampah plastik di kiri dan kanan sungai, aliran limbah berbusa, bronjong sungai yang ambruk, sempadan sungai yang dijadikan hunian, maupun bangunan dan beragam masalah lainnya.
Sesaat setelah tiba di ujung pengarungan sungai, di Jembatan Jalan Perdana, Edy pun menyampaikan kegelisahannya, Sungai Deli kotor dan kumuh. “Tuh kan, Pak Edy saja gelisah hehe”  lalu Pak Edy ingin sempadan sungai tersedia kembali. Jadi, orang-orang yang merasa tidak pada tempatnya harus segera menyesuaikan diri. Dia optimistis setiap tahun kondisi sungai akan semakin baik. Masih ada sisa waktu empat tahun masa jabatan lagi untuk mengejar kondisi seperti sungai yang di Rusia itu. “kerenlah itu pasti kan”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wajib dibaca dongs

GOOD BYE SUNGAI DELI Oleh Gunplawan Lumban Tobing            Menyusuri pemukiman yang berada dibelakang gedung pencakar langit tepat...