Kamis, 12 Maret 2020

Wajib dibaca dongs


GOOD BYE SUNGAI DELI
Oleh Gunplawan Lumban Tobing



           Menyusuri pemukiman yang berada dibelakang gedung pencakar langit tepatnya di Kampung Aur bukanlah menjadi hal yang luar biasa. Pemandangan yang ditawarkan sudah menjadi buah bibir warga Kota Medan sejak lama. Hangat diperbincangkan sampai akhirnya saya juga ingin mengetahui seperti apa dan bagaimana perkembangannya. Saya mulai melangkahkan kedua kaki untuk melihat dengan kacamata saya sendiri. Saya ditemani oleh teman saya yang juga tergabung dalam sebuah komunitas pemerhati lingkungan dan masyarakat. Dua pasang kaki melewati gang yang tidak seberapa besar selama 20 menit. Tak lama saya dan rekan saya mendapati pemandangan itu. Sebuah pemandangan dengan kondisi yang bisa dikatakan tidak aman dan sangat memperihatinkan.
Sungai Deli sangat jauh berbeda, kali ini ia menghadirkan suasana yang tidak menyenangkan dan jorok. Walaupun demikian, masih juga banyak bahkan bertambah banyak warga yang menyempiti wilayah tersebut dan menggantungkan hidupnya dengan bertempat tinggal di bantaran Sungai Deli yang dengar-dengar sudah tak layak lagi. Siang terik mentari tepat berada di ubun-ubun, tampaknya panas tak membuat warga bantaran Sungai Deli meninggalkan aktivitasnya. Mereka masih tetap memanfaatkan Sungai Deli untuk mencuci pakaian, alat-alat rumah tangga serta untuk dikonsumsi setiap harinya. Walaupun secara kasat mata, air Sungai Deli sudah keruh, menguning dan sedikit berbau. Tampak pula segerombolan anak-anak yang menjatuhkan badannya ke dalam sungai dari pinggir sungai yang agak sedikit tinggi. Mereka tampak menikmatinya, tertawa kegirangan tanpa memperdulikan seberapa kotor Sungai Deli saat ini. Mereka tetap mandi.
Sumber : Kompas
Bantaran Sungai Deli yang memiliki panjang 76 kilometer (km) dengan tiga wilayah Daerah Alisan Sungai (DAS), yakni Kabupaten Karo dan Simalungun di hulu, Deli Serdang dan Sergai di tengah serta Kota Medan di hilir hingga bermuara ke laut Belawan memang sudah tidak layak dikonsumsi lagi. Namun apalah daya, masih banyak warga yang tetap berteman baik dengan-Nya. Saat ini saja, tak terhitung berapa lembar sampah yang hanyut bersamaan dalam setiap harinya. Bau busuk yang sedikit demi sedikit menusuk indra penciuman siapa saja yang berada di kawasan ini sudah mulai terasa. Pinggiran Sungai Deli juga tampak menyempit. Limbah padat dan cair yang berasal dari industri, domestik serta peternakan menambah cepat proses say to goodbye bersihnya Sungai Deli.
Saya juga melihat di tengah dan di hilir sungai sudah dipenuhi limbah industri dan rumah tangga yang menambah kadar kerusakan ekosistem air sungai. Rendahnya kesadaran lingkungan dan kebiasaan buruk warga serta pengusaha yang membuang limbah di sungai, kian memperburuk kondisi sungai. Sampah rumah tangga dan limbah industri, hotel, rumah sakit bercampur aduk menjadi satu kesatuan. Seolah-olah Sungai Deli beralih fungsi menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS), bukan lagi tempat mencari nafkah atau tempat untuk menyalurkan hobi (misal: memancing).
Bantaran Sungai Deli juga tidak dilengkapi dengan ruang hijau. Di bawah terik sang surya, saya dan rekan saya terus menyusuri perkampungan tersebut dengan maksud mencari dimana ada ruang hijau yang setidaknya dapat membantu kestabilan lingkungan walaupun pada dasarnya kawasan tersebut sudah memasuki zona tidak aman untuk dijadikan tempat berkehidupan. Namun warga bantaran Sungai Deli nyatanya hampir sebagian besar tidak menyadari itu. Warga bantaran Sungai Deli juga tampak “biasa saja” dengan dampak yang ditimbulkan dengan keadaan sungai dan air bersihnya yang sudah total berubah.  Sampai saat ini juga, pemerintah dari struktur terendah hingga pemerintah pusat sendiripun tak mampu menegakkan supremasi hukum dalam melindungi lingkungan di sekitar DAS. Pembiaran penebangan hutan dengan berbagai alasan tanpa diikuti tindakan konservasi, atau bahkan kebijakan yang dengan sengaja memberi efek buruk bagi lingkungan, mempercepat proses kerusakan ekosistem Sungai Deli.

3 komentar:

Wajib dibaca dongs

GOOD BYE SUNGAI DELI Oleh Gunplawan Lumban Tobing            Menyusuri pemukiman yang berada dibelakang gedung pencakar langit tepat...