Sungaiku Tak Seindah Danau Toba
Oleh : Ivana Frandika Siboro
Hari
itu, hari dimana aku pertama kali mendatangi sungai. Ya sungai ini cukup
terkenal dimedan, sungai itu bernama Sungai Deli. Awal pertama kali aku
mendatangi sungai ini sangat kaget. Mengapa aku kaget ? Awal aku melihat sungai
itu, sungainya berwarna coklat. Aku pikir hanya bagian depan saja yang bewarna
begitu ternyata dugaaan ku salah. Hampir sepanjang sungai tersebut semuanya
bewarna cokelat. Aku telusurilah sungai ini, dan aku melihat pemandangan dimana
pinggir-pinggir tersebut banyak sekali sampah yang di buanga gitu saja, banyak
juga sampah yang mengapung di sungai. Sampah-sampah tersebut banyak dari sampah
rumahan. sampah tersebut memberikan aroma yang sangat pekat di hidungku. Ya,
bau busuk yang ditimbulkan sampah tersebut memberikan aroma bau itu. Aku juga
melihat para ibu-ibu yang berada dipinggir sungai. Sedang bercengkrama satu dengan lain. Sepertinya mereka menikmati
sungai deli. Para ibu-ibu tersebut sedang menyuci pakaian mereka, dengan
membawa ember, brush kain, dan sambil cuci. Para ibu-ibu juga membawa anak-anaknya
untuk mandi disungai. Pikiran ku melihat sungai yang sudah bewarna cokelat,
dipenuhi sampah, ditambah lagi para ibu-ibu menyuci kain. Hal itu pasti membuat
sungai semakin tercemar. Pikirku sungai yang menjadi maskot kota medan
seharusnya bisa mengalahkan keindahan danau toba. Tetapi kenyataannya, sungai
ini lebih buruk jika dibandingkan dengan sungai yang berada disekitarku.
Akhirnya aku memberanikan diri untuk menanyakan kepada para ibu-ibu sekitar.
Aku bertanya, “apakah ibu tidak merasa jijik untuk mencuci disini”. Jawab
mereka dengan senyuman “tidak nak”. Sedikit membingungkan bagiku, mengapa
mereka menjawab tidak padahalan jika dilihat sungai ini pasti tidak ada yang
mau untuk mandi. Jangankan untuk mandi untuk menyentuh sungai ini pasti tidak
mau. Seperti diriku yang pertama kali melihat keadaan sungai deli. Setelah aku
bertanya banyak hal mengapa mau untuk ke sungai ini. Ternyata para ibu-ibu ini
dari kalangan bahwa, menurut mereka sangat sulit mendapat air bersih, jangan
air bersih untuk mandi saja air disungai tidak jauh berbeda dengan air yang
berada di rumah mereka. Kenapa mereka tidak bisa mendapatkan air bersih
padahalan PDAM sudah ada alasan mereka kebanyakan karena biaya sangat mahal.
Jadi mereka memilih untuk langsung kesungai saja daripada dirumah lebih hemat
juga dibandingkan menyuci dirumah dan mandi karena tidak pelu menghidupkan
listrik. Aku juga bertanya apakah air yang bewarna cokelat ini tidak
menimbulkan. Jawab mereka rata-rata sering juga gatal-gatal tetapi mau bilang
gimana air mereka juga sama saja dengan disungai. Kulihat lagi wajah anak-anak
yang sangat menikmati berenang, berlari di air sungai ini padahalan kalau
dipikir-pikir kuman penyakit sangat banyak.
Dan sinilah ideku muncul untuk
membuat bagaimana masyarakat bisa menikmati air bersih secara gratis. Aku membawa
sampel air yang berasal dari rumah mereka. Ternyata selama ini air sumur
mereka, berasal dari sungai tersbut. Itulah sebabnya tidak ada yang membedakan
air disungai dan air dirumah mereka. Setelah aku ambil sampel ternyata air
dirumah mereka bewarna kekeruhan seperti kuning, memiliki rasa asin, dan
berbau. Setelah aku membawa sampel air tersebut untuk uji lab ternyata ada
kandungan Fe dan Mn didalamnya. Jika sudah ada Fe dan Mn didalamnya sudah pasti
banyak sekali kuman penyakit di sungai tersebut. Padahalan kalau hanya dilihat
begitu air sungai deli hanya bewarna cokelat tanpa tahu didalamnya beribu
ataupun ratusan penyakit didalamnya. Itulah sebabnya dari sungai deli ini aku
terinspirasi membuat suatu karya tulis. Jika dibandingkan sungai deli yang menjadi
maskotnya medanku. Dengan danau toba yang merupakan maskotnya sumatera utara
sangatlah jauh berbeda padahalan sama-sama maskot. Sebenarnya disini kesadaran
kita semua, terutama untuk masyarakat sekitar. Seharusnya mereka harus lebih
menjaga kebersihannya. Dengan tidak membuang sampahnya kesungai karena apa jika
mereka airnya berasal dari sungai deli seharusnya mereka lebih menjaga akan
kebersihan sungai tersebut. Bukan menambah sungai untuk tercemar lagi. Untuk
peran masyarakat dan pemerintah sangat penting, Jika sungai bersih pasti banyak
orang yang mengunjungi sungai tersebut seperti danau toba.

Jagalah kebersihan sungai agar tidak tercemat
BalasHapusKeren kali lah
BalasHapusOke sepp 👍
BalasHapusLestarikan air, Lestarikan Sungai, Lestarikan Kehidupan didalamnnya
BalasHapusLestari!!!
Mantap kali
BalasHapus💕kerennn😍
BalasHapusSuper sekali
BalasHapusAyo lestarikan sungai deli
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus