Kamis, 05 Maret 2020

Mantap kali karya ini

Sungaiku Tak Seindah Danau Toba
Oleh : Ivana Frandika Siboro
                 
          Hari itu, hari dimana aku pertama kali mendatangi sungai. Ya sungai ini cukup terkenal dimedan, sungai itu bernama Sungai Deli. Awal pertama kali aku mendatangi sungai ini sangat kaget. Mengapa aku kaget ? Awal aku melihat sungai itu, sungainya berwarna coklat. Aku pikir hanya bagian depan saja yang bewarna begitu ternyata dugaaan ku salah. Hampir sepanjang sungai tersebut semuanya bewarna cokelat. Aku telusurilah sungai ini, dan aku melihat pemandangan dimana pinggir-pinggir tersebut banyak sekali sampah yang di buanga gitu saja, banyak juga sampah yang mengapung di sungai. Sampah-sampah tersebut banyak dari sampah rumahan. sampah tersebut memberikan aroma yang sangat pekat di hidungku. Ya, bau busuk yang ditimbulkan sampah tersebut memberikan aroma bau itu. Aku juga melihat para ibu-ibu yang berada dipinggir sungai. Sedang bercengkrama  satu dengan lain. Sepertinya mereka menikmati sungai deli. Para ibu-ibu tersebut sedang menyuci pakaian mereka, dengan membawa ember, brush kain, dan sambil cuci. Para ibu-ibu juga membawa anak-anaknya untuk mandi disungai. Pikiran ku melihat sungai yang sudah bewarna cokelat, dipenuhi sampah, ditambah lagi para ibu-ibu menyuci kain. Hal itu pasti membuat sungai semakin tercemar. Pikirku sungai yang menjadi maskot kota medan seharusnya bisa mengalahkan keindahan danau toba. Tetapi kenyataannya, sungai ini lebih buruk jika dibandingkan dengan sungai yang berada disekitarku. Akhirnya aku memberanikan diri untuk menanyakan kepada para ibu-ibu sekitar. Aku bertanya, “apakah ibu tidak merasa jijik untuk mencuci disini”. Jawab mereka dengan senyuman “tidak nak”. Sedikit membingungkan bagiku, mengapa mereka menjawab tidak padahalan jika dilihat sungai ini pasti tidak ada yang mau untuk mandi. Jangankan untuk mandi untuk menyentuh sungai ini pasti tidak mau. Seperti diriku yang pertama kali melihat keadaan sungai deli. Setelah aku bertanya banyak hal mengapa mau untuk ke sungai ini. Ternyata para ibu-ibu ini dari kalangan bahwa, menurut mereka sangat sulit mendapat air bersih, jangan air bersih untuk mandi saja air disungai tidak jauh berbeda dengan air yang berada di rumah mereka. Kenapa mereka tidak bisa mendapatkan air bersih padahalan PDAM sudah ada alasan mereka kebanyakan karena biaya sangat mahal. Jadi mereka memilih untuk langsung kesungai saja daripada dirumah lebih hemat juga dibandingkan menyuci dirumah dan mandi karena tidak pelu menghidupkan listrik. Aku juga bertanya apakah air yang bewarna cokelat ini tidak menimbulkan. Jawab mereka rata-rata sering juga gatal-gatal tetapi mau bilang gimana air mereka juga sama saja dengan disungai. Kulihat lagi wajah anak-anak yang sangat menikmati berenang, berlari di air sungai ini padahalan kalau dipikir-pikir kuman penyakit sangat banyak. 
              Dan sinilah ideku muncul untuk membuat bagaimana masyarakat bisa menikmati air bersih secara gratis. Aku membawa sampel air yang berasal dari rumah mereka. Ternyata selama ini air sumur mereka, berasal dari sungai tersbut. Itulah sebabnya tidak ada yang membedakan air disungai dan air dirumah mereka. Setelah aku ambil sampel ternyata air dirumah mereka bewarna kekeruhan seperti kuning, memiliki rasa asin, dan berbau. Setelah aku membawa sampel air tersebut untuk uji lab ternyata ada kandungan Fe dan Mn didalamnya. Jika sudah ada Fe dan Mn didalamnya sudah pasti banyak sekali kuman penyakit di sungai tersebut. Padahalan kalau hanya dilihat begitu air sungai deli hanya bewarna cokelat tanpa tahu didalamnya beribu ataupun ratusan penyakit didalamnya. Itulah sebabnya dari sungai deli ini aku terinspirasi membuat suatu karya tulis. Jika dibandingkan sungai deli yang menjadi maskotnya medanku. Dengan danau toba yang merupakan maskotnya sumatera utara sangatlah jauh berbeda padahalan sama-sama maskot. Sebenarnya disini kesadaran kita semua, terutama untuk masyarakat sekitar. Seharusnya mereka harus lebih menjaga kebersihannya. Dengan tidak membuang sampahnya kesungai karena apa jika mereka airnya berasal dari sungai deli seharusnya mereka lebih menjaga akan kebersihan sungai tersebut. Bukan menambah sungai untuk tercemar lagi. Untuk peran masyarakat dan pemerintah sangat penting, Jika sungai bersih pasti banyak orang yang mengunjungi sungai tersebut seperti danau toba. 

9 komentar:

Wajib dibaca dongs

GOOD BYE SUNGAI DELI Oleh Gunplawan Lumban Tobing            Menyusuri pemukiman yang berada dibelakang gedung pencakar langit tepat...