Kamis, 12 Maret 2020

Mantap kali loh

Mau Dibawa Kemana Sungai Seperti Ini ?
Oleh : Ivana Frandika Siboro


Sumber : Tribun Medan
              
      Sering ku bertanya, mau dibawa kemana sungai seperti ini ? Mau ditunjukkan kemana juga sungai yang menjadi maskot kota medan tercinta ini ? Kemana semua orang ? Tidak peduli ? Ingin menyalahkan siapapun tidak habis-habisnya. Pertanyaan itu yang selalu ku lontarkan saat melihat sungai deli ini.
          Setiap aku kesana selalu bertanya apakah masyarakat tidak berperan untuk menjaga kebersihan sungainya ? Apakah mereka tidak ingin menggunakan air sungai ini ? Jawab mereka yang selalu ku dengar dan hampir terus aku dapatkan, “kami tidak ingin merusak, padahalan kami terus menjaga kebersihan sungai kami. Tetapi mengapa kami disalahkan? Padahalan aliran sungai deli yang sangat luas ini yang mengakibatkan kami harus menerima resiko yang ada. Lalu, kami yang sudah menerima imbasnya, kami terus yang disalahkan. Kami pun ingin menikmati bersihnya sungai kami. Tapi apalah daya kami kemampuan kami dalam menjaga sungai ini hanya segini batasannya”. Dan selalu mereka bertanya seharusnya salahkan pemerintah? Salahkan pemerintah? Ini yang menjadi pertanyaan besarku. Mengapa harus pemerintah ? Dan selalu mereka jawab “Iya salahkan pemerintahnya, kami selalu mengelukan nasib sungai ini. Mulai menemui kepala desa, kelurahan sampai yang tertinggi di kota medan ini. Tapi apa jawaban dari mereka tidak ada, respon pun tidak ada. Kalau pun ada kunjungan itu hanya kerja yang harus dipublik doang padahalan semua itu nol”.
        Terlihat kekesalan masyarakat sekitar sungai tersebut saat diriku menanyakan apa yang seharusnya mereka dapat tapi tak pernah didapat. Hanya kata yang saling menyalahkan mereka. Yang bisa aku simpulkan kalau pun memang masyarakat saja yang berperan, seberapalah usaha mereka dapat menjaga sungai ini. Karena apa, kalau pun mereka menjaga itu hanya bisa membersihkan bagian pinggir sungai. Itu pun syukur bisa mereka ambil karena tumpukan sampah yang begitu menggunung. Kalau pun ada menjaga, itu pun hanya beberapa orang yang akan menjaga sungai itu.
            Sudah tidak perlu lagi ditanya salah siapa, salah pemerintah itu. Itu semua tidak perlu, lalu salah masyarakat ? Itu juga tidak perlu. Malah yang ingin kutanyakan mau dibawa kemana sungai seperti ini. Mau sampai kapan keadaan sungai ini ? Mau sampai kapan saling menyalahkan. Jika semua saling menyalahkan. Kapan bertindaknya, aku ingat pepatah mengatakan “tong kosong nyaring bunyi”. Kata-kata ini yang pantas kalau kita hanya ngomong kami sudah menjaga, kami sudah  mengadu kesana kemari. Tapi itu semua jika tidak ada tindakan maka semua kosong. Tak akan pernah orang-orang melihat ataupun menikmati sungai deli yang bersih, yang bisa dimanfaatkan.

3 komentar:

Wajib dibaca dongs

GOOD BYE SUNGAI DELI Oleh Gunplawan Lumban Tobing            Menyusuri pemukiman yang berada dibelakang gedung pencakar langit tepat...