SUNGAI DELI YANG BERBALIK ARAH
Oleh : Raimondo Limbong
Sesuatu hal yang menyenangkan jika kita hidup di sekitaran sungai yang bersih dan jernih. Kenapa tidak? Selain sungai dapat memberikan air sebagai sumber kehidupan,sungai juga dapat memberikan kita beberapa manfaat lainnya, seperti tempat bermain di tepi sungai dan memperoleh ikan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sungai deli merupakan salah satu sungai panjang yang ada di kota medan yakni mulai dari daerah karo dan simalungun sebagai hulu, melewati deli serdang dan kota medan, serta bermuara sampai ke laut belawan. Uniknya sungai deli ini berbeda dengan sungai pada umumnya, dikarenakan sungai ini telah berbalik arah. Berbalik arah dalam hal ini bukan berarti aliran airnya berbalik arah yakni dari hilir ke hulu, tetapi berbalik arah yang dimaksud adalah berbalik arah berupa perannya. Ada apa dengan peran sungai deli saat ini? Pertanyaan ini sering kita dengar dan sering diperbincangkan, namun hasilnya tetap nihil. Saat ini peran dari sungai deli sangat jauh dari kata penyedia air bersih dan penyangga kehidupan. perannya saat ini lebih tepatnya sebagai sumber penyakit.
Sumber gambar: pabindonesia.co.id
Terutama di daerah kota medan sungai deli lebih diutamakan sebagai tempat pembuangan sampah sehingga air yang mengalir di sungai sangat tercemar dan akan menjadi sumber penyakit jika manusia mengkonsmsi air dari sungai tersebut.Namun walaupun demikian sungainya sangat kotor dan tercemar, beberapa masyarakat pinggir sungai tersebut masih melakukan beberapa aktifitas di sungai tersebut. Mandi misalnya, masyarakat pinggiran sekitar jl. Brigadir jendral katamso yang berhadapan langsung dengan sugai deli masih ada yang menggunakan sungai deli untuk kegiatan mandi. Bahkan anak-anak mereka tidak segan segan mandi sambil berenang di sungai. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat miris, karena air tercemar tidak akan menjadi sumber penyakit bagi tubuh. Jika terus menerus seperti ini, bagaimana nasib para warga sekitar bantaran sungai deli ke depan?
Melihat di tengah dan di hilir sungai sudah dipenuhi limbah industri dan rumah tangga yang menambah kadar kerusakan ekosistem air sungai. Kadar BOD (Biological Oxygen Demand atau Kebutuhan Oksigen Biologis/ KOB) dan COD (Chemical Oxygen Demand atau Kebutuhan Oksigen Kimiawi/ KOK) sungai, yakni dua indikator pengukuran kualitas air, bahkan diyakini sudah jauh melampaui ambang batas yang ditentukan.
Rendahnya kesadaran lingkungan dan kebiasaan buruk warga serta pengusaha yang membuang limbah di sungai, kian memperburuk kondisi sungai. Sampah rumahtangga dan limbah industri, hotel, rumahsakit bercampur aduk menjadi satu kesatuan. Seolah-olah Sungai Deli beralih fungsi menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS), bukan lagi tempat mencari nafkah atau tempat untuk menyalurkan hobi. Kerusakan sungai deli semata-mata bukan hanya diakibatkan oleh pembuangan sampah baik itu sampah industry maupun sampah rumah tangga. Pengaruh lainnya adalah kerusakan ruang hijau di hulu sungai deli, penebangan hutan yang dilakukan teus menerus akan berdampak langsung bagi kualitas sungai deli, karena hutan yang gundul akan menghasilkan sungai yang keruh dikarenakan tidak ada lagi vegetasi yang dapat menahan tanah di bantaran sungai tersebut.
Rendahnya kesadaran lingkungan dan kebiasaan buruk warga serta pengusaha yang membuang limbah di sungai, kian memperburuk kondisi sungai. Sampah rumahtangga dan limbah industri, hotel, rumahsakit bercampur aduk menjadi satu kesatuan. Seolah-olah Sungai Deli beralih fungsi menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS), bukan lagi tempat mencari nafkah atau tempat untuk menyalurkan hobi. Kerusakan sungai deli semata-mata bukan hanya diakibatkan oleh pembuangan sampah baik itu sampah industry maupun sampah rumah tangga. Pengaruh lainnya adalah kerusakan ruang hijau di hulu sungai deli, penebangan hutan yang dilakukan teus menerus akan berdampak langsung bagi kualitas sungai deli, karena hutan yang gundul akan menghasilkan sungai yang keruh dikarenakan tidak ada lagi vegetasi yang dapat menahan tanah di bantaran sungai tersebut.
Banyaknya faktor pengaruh kualitas air sungai deli, semakin menunjukan bahwa sungai deli benar benar memilki kualitas air cukup rendah. Dengan demikian perlu ditanamkan rasa peduli dan cinta akan sungai kepada masyarakat dan kerja sama dengan pemerinah setempat untuk tujuan mengembalikan kembali arah dan fungsi dari sungai deli.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar