Kamis, 12 Maret 2020

Yok dibaca


Indahnya Sungai Deli (Tapi Dulu)
Oleh Johanes Simatupang

Sumber:https://id.wikipedia.org
            “Katanya” Sungai Deli itu merupakan cerminan peradaban Kota Medan sejak masa lampau. Sungai yang dahulu dikenal dengan sebutan Sei Deli ini, terletak di ibu kota Provinsi Sumatera Utara, menjadikan sungai ini sangat berjaya di masa Kesultanan Deli. Dengan hulu di Kabupaten Karo dan Kabupaten Deli Serdang, Sungai Deli berhilir ke pusat Kota Medan dan bermuara di Selat Malaka.

            Yang Saya tau Sungai Deli ditetapkan sebagai bagian dari Wilayah Sungai (WS) Belawan-Ular-Padang yang disebut dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 04/PRT/M/2015. Areal DAS Deli memiliki luas 48.162 hektare, dengan panjang 73 kilometer dan lebar 5,58 meter.
Dikutip dari buku berjudul “Jejak Medan Tempo Doloe” yang ditulis oleh Farizal Nasution, kala itu Sungai Deli bagian utara, barat dan timur laut bermukim suku Melayu, bagian barat daya ditempati kelompok etnik Tamil, orang-orang Cina mendiami bagian timur ke arah pusat pasar dan bagian selatan dihuni oleh kaum Eropa.
            Pada tepi Sungai Deli dahulu terdapat “Labuhan Deli”, cikal bakal Pelabuhan Belawan saat ini. Tahun 1915, Labuhan (pelabuhan) Deli dipindahkan ke Belawan karena Sungai Deli yang mulai dangkal menyebabkan kapal sulit berlabuh.
Kerennya lagi Di era kolonial Belanda, perkembangan Kota Medan berpusat di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura. Banyak gedung milik Belanda maupun pengusaha perkebunan dibangun di kawasan tersebut. Sepanjang alur Sungai Deli yang melintasi pusat Kota Medan juga menjadi pemukiman bagi orang-orang Eropa. Apa tidak keren coba? Sepanjang alur Sungai Deli jadi pemukiman bagi orang-orang Eropa.
            Kota Medan pada tahun 1945 mengalami perkembangan pesat. Banyak lahan di sepanjang jalur Sungai Deli yang dibangun perkantoran sehingga kawasan ini terkenal padat aktivitas. Beberapa bangunan yang berada pada daerah ini adalah percetakan, stasiun kereta api, Wisma Benteng, Hotel De Boer (sekarang Grand Inna Medan), de Javasche Bank (sekarang Bank Indonesia), Deli Maatschappij (sekarang kantor Gubernur Sumatera Utara), hingga de Esplanade (sekarang Lapangan Merdeka).
            Hebatnya lagi… Sungai Deli yang merupakan sungai warisan Kesultanan Deli, dahulunya digunakan sebagai jalur transportasi hasil perkebunan dan tempat penangkapan ikan. Hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Sumatera Utara, Edi Sumarno.
Dan.. “Sungai Deli cukup dikenal bahkan sebelum masa kolonial Belanda. Pada awal abad ke-19 dinyatakan bahwa sungai ini adalah sungai penting karena sering dijadikan tempat perdagangan lada dan tembakau. Sungai Deli juga dijadikan sebagai jalur transportasi karena dahulu belum ada kereta api atau pun pesawat terbang. Hal yang terpenting adalah menghubungkan daerah pesisir hingga pedalaman atau antara hulu hingga hilir. Barang-barang dari hulu diekspor ke hilir dan disebarkan ke pasar atau ke semenanjung, dan juga barang-barang dari luar masuk dari pesisir, jadi semacam pertukaran ekonomi,” ungkap Edi.
            Pada tahun 1820-an, Sungai Deli menjadi pusat perdagangan sehingga dijadikan maskot bagi Kesultanan Deli. Kala itu warga juga sangat menjaga kelestarian Sungai Deli, sehingga mayoritas posisi rumah di bantaran Sungai Deli menghadap ke arah sungai.
“Dahulunya posisi rumah menghadap sungai, karena warga sekitar melakukan perdagangan lada, tembakau, madu dan lainnya. Berbeda dengan sekarang, posisi rumah membelakangi sungai, sehingga menyebabkan munculnya pola pikir bahwa sungai itu seakan tidak penting lagi. Apalagi dengan berkembangnya zaman, sungai sekarang malah sebagai tempat sampah,” jelasnya lagi. Oala.. ternyata lebih keren masyarakat zaman dulu daripada sekarang ya.
Okelah, Sekian Indahnya Sungai Deli kebanggaan kita pada zaman dahulu.



2 komentar:

Wajib dibaca dongs

GOOD BYE SUNGAI DELI Oleh Gunplawan Lumban Tobing            Menyusuri pemukiman yang berada dibelakang gedung pencakar langit tepat...